Ujicoba efikasi anti-hipnozoit primaquine bila dikombinasikan dengan anti-schizont untuk pengobatan radikal Plasmodium vivax di Indonesia

Keamanan dan kemanjuran obat primakuin (PQ) terhadap anti-relapse dari infeksi malaria vivax tergantung dari pilihan pasangan obat anti-schizont yang digunakan. Penelitian dilakukan untuk menilai keamanan dan efikasi PQ bila diberikan bersama dengan obat anti-schizont seperti dihydroartemisinin-piperaquine (DHA-PP), artesunat-pyronaridine (AS-PYR) atau artesunate (AS). Dosis PQ yang digunakan adalah 30 mg/hari (kelompok DHA-PP; AS-PYR) dan 15 mg/hari (kelompok AS) selama 14 hari. Penelitian acak dengan label terbuka dilakukan dengan peserta dari tentara Indonesia yang ditemukan terinfeksi vivax malaria di Sragen (Jawa Tengah) setelah sebelumnya mereka bertugas 6 bulan di Papua. Tidak ada transmisi malaria terjadi di lokasi penelitian (Sragen), namun 41% (219/542) orang mengalami relaps vivax dalam waktu 4 bulan setelah mereka kembali ke pulau Jawa. Setelah diperiksa, 180 orang masuk sebagai peserta penelitian. Semua peserta toleran terhadap obat antimalarial. Semua parasit malaria bersih dalam waktu tiga hari. Kekambuhan pertama dan terakhir terjadi pada hari ke 39 dan 270 setelah masuk ke dalam penelitian. PQ terbukti efektif melawan relaps vivax malaria bila digabungkan dengan DHA-PP (95%; 95% CI = 88-98%), AS-PYR (94%; 95% CI = 86- 97%), atau AS (92%; 95% CI = 83-97%).

Sumber: Nelwan EJ, et al. 2015. Randomized trial of primaquine hypnozoitocidal efficacy when administered with artemisinin-combined blood schizontocides for radical cure of Plasmodium vivax in Indonesia. BMC Med. 13: 294. [SM-3659]

Kontributor: Iqbal Elyazar