Kematian akibat infeksi Plasmodium vivax di Papua, Indonesia

Infeksi Plasmodium vivax berkontribusi kepada hampir setengah total kasus malaria di Asia dan beresiko menyebabkan kematian. Namun seberapa besar kontribusi infeksi ini terhadap kematian itu belum banyak diketahui. Oleh sebab itu tim peneliti menginvestigasi seberapa besar kontribusi infeksi vivax ini sebagai penyebab kematian di Papua dengan menggunakan data historis selama 69 bulan dari RS Mitra Masyarakat (Timika). Dari perkiraan 293.763 episode malaria vivax selama penelitian, terdapat 3,495 pasien yang membutuhkan pelayanan rawat inap. Sekitar 24% (845) diantaranya mengalami malaria berat dan 65 orang meninggal dunia. Dari 65 orang yang meninggal dengan infeksi vivax tersebut, 52 orang bisa dianalisis rekam medisnya. Hasil analisis rekam medis menunjukkan sekitar 40 orang diantaranya diketahui hanya terinfeksi oleh P. vivax. Dengan melakukan metode audit kematian, tim peneliti kemudian membuat klasifikasi sebab kematian dan hubungannya dengan infeksi vivax. Hasil klasifikasi menyatakan bahwa infeksi vivax sebagai sebab kematian utama ditemukan pada 6 orang, infeksi vivax kemungkinan menjadi penyebab utama (17), infeksi vivax mungkin menjadi penyebab minor kematian (13 orang). Sisanya tidak ada hubungannya dengan infeksi vivax (4 orang). Tim berkesimpulan bahwa infeksi ini merupakan penyebab kematian tidak langsung yang penting di Papua.

Sumber: Douglas NM, et al. 2014. Mortality attributable to Plasmodium vivax malaria: a clinical audit from Papua, Indonesia. BMC medicine. 12:217.

Kontributor: Iqbal Elyazar