Intensitas perilaku pencarian pengobatan malaria di negara-negara endemis malaria

Proporsi individu yang mencari pengobatan untuk demam merupakan faktor penting dalam memahami akses masyarakat ke fasilitas kesehatan. Bagi negara-negara endemis malaria, informasi pencarian pengobatan malaria telah tersedia dari survei rumah tangga nasional, namun masih terdapat negara-negara yang tidak memiliki data tersebut. Oleh sebab itu tim peneliti bermaksud untuk menduga proporsi masyarakat dengan kasus demam yang berobat ke fasilitas kesehatan umum atau yang berobat ke berbagai jenis penyedia layanan kesehatan. Data pencarian pengobatan diperoleh dari Survey Demografi dan Kesehatan, Survei Indikator Malaria dan Survei Multiple Cluster Indicator yang dilaksanakan di berbagai negara endemis malaria. Data sosial, ekonomi dan variabel-variabel yang berhubungan dengan kesehatan diperoleh dari Bank Dunia sebagai variabel yang diduga berhubungan dengan angka pencarian pengobatan. Sebuah model matematika kemudian digunakan untuk menduga perilaku pencarian pengobatan malaria di negara-negara yang belum memiliki data survei.

Hasil pemodelan menghasilkan estimasi pencarian pengobatan negara-negara endemis malaria. Untuk Indonesia sendiri, diperkirakan sekitar 70% penduduk telah mencari pengobatan malaria ke layanan kesehatan pemerintah. Adapun jika menggabungkan seluruh jenis layanan kesehatan lainnya, angka ini melejit melebihi 80%. Estimasi proporsi pencarian pengobatan menunjukkan bagaimana fasilitas kesehatan umum itu digunakan dan membantu menghitung kembali jumlah malaria kasus yang dilaporkan, sehingga besaran masalah penyakit malaria dapat diketahui lebih akurat.

Sumber: Battle KE, et al. 2016. Treatment-seeking rates in malaria endemic countries. Malar J. 15: 20.

Kontributor: Iqbal Elyazar