Infeksi Plasmodium vivax sebagai penyebab utama anemia berat pada balita

Anemia adalah manifestasi yang umum terjadi akibat infeksi Plasmodium namun belum sepenuhnya diketahui hubungannya terhadap malaria morbiditas dan mortalitas. Tim peneliti bermaksud untuk mencari hubungan antara infeksi malaria dengan anemia dengan melibatkan 825 rumah tangga di kabupaten Mimika. Sekitar 3890 orang bersedia diambil sediaan darahnya untuk diperiksa kadar Hb dan parasit malaria. Sekitar 17% dari seluruh partisipan terkonfirmasi malaria dengan distribusi: 8.1% infeksi P. falciparum, 6.4% infeksi P. vivax dan 1.9% infeksi berganda. Sekitar 5.7% partisipan memiliki Hb < 7 g/dl (anemia sedang/berat). Hasil analisis memperlihatkan bahwa resiko seseorang mengalami anemia sedang/berat sebesar 3.2 kali apabila orang tersebut memiliki infeksi berganda (AOR=3.2, 95% CI 1.7-6.1), 2.3 kali apabila terinfeksi P. falciparum (AOR=2.3, 95% CI 1.5-3.4) dan 1.9 kali apabila terinfeksi P. vivax (AOR=1.9, 95% CI 1.1-3.2). Diperkirakan, infeksi malaria pada bayi, balita dan masyarakat memiliki kontribusi sebesar 34%, 23% dan 17% terhadap situasi anemia sedang/berat. Pada bayi dengan infeksi P. vivax, resiko mengalami anemia sedang/berat lebih besar 3 kali dibandingkan dengan bayi terinfeksi infeksi P. falciparum. Infeksi P. vivax merupakan faktor risiko penting yang seharusnya dapat dicegah karena memiliki resiko kambuh lebih besar sebelum imunitas anak sepenuhnya berkembang.

Sumber: Kenangalem E, et al. 2016. Plasmodium vivax infection: a major determinant of severe anaemia in infancy. Malar J. 15:321.

Kontributor: Iqbal Elyazar