Hubungan antara malaria dan kedekatan rumah dengan habitat larva Anopheles sundaicus di Sumba

SM-3330

Keberagaman intensitas transmisi dalam populasi memberikan kesempatan untuk mempelajari pola penularan dan mencari cara bagaimana mengalokasikan sumber daya yang mampu memberikan dampak pengendalian yang lebih besar. Tim peneliti memeriksa hubungan antara lokasi habitat vektor malaria dengan prevalensi malaria pada pemukiman yang berada di sekitar lokasi habitat tersebut. Penelitian dilakukan di daerah pantai Wainyapu, Sumba dan melibatkan pemeriksaan malaria terhadap 2678 individu yang tinggal di 501 rumah. Survei habitat larva menunjukkan terdapat lima lokasi habitat pentingdan produktif untuk larva Anopheles sundaicus. Hasil pemeriksaan malaria secara acak kepada 35% penduduk menghasilkan angka prevalensi malaria sebesar 2.4% (237/960). Analisis kluster spasial memperlihatkan bahwa semakin jauh lokasi rumah dari lokasi habitat nyamuk, maka semakin kecil angka prevalensi malaria yang ditemukan (p<0.001). Orang-orang yang tinggal di dalam radius 1.6 km dari lokasi habitat memiliki resiko malaria 4 kali lipat dibandingkan dengan orang yang tinggal lebih jauh (95% CI 3-6). Situasi ini diharapkan dapat memberikan informasi bahwa pengendalian terhadap sumber larva vektor malaria mungkin dapat memberikan dampak penurunan malaria di daerah dengan tipe epidemiologi dan lingkungan seperti penelitian di atas.

Sumber: Nixon CP, et al. 2014. Distance to Anopheles sundaicus larval habitats dominant among risk factors for parasitemia in meso-endemic Southwest Sumba, Indonesia. Pathog Glob Health. 108:369-380.

Kontributor: Iqbal Elyazar