Malaria kongenital pada bayi baru lahir di Maumere, Indonesia

 

 

SM-3687

Malaria kongenital adalah infeksi malaria yang ditularkan dari ibu hamil yang terinfeksi malaria kepada janinnya. Bentuk aseksual dari parasit malaria dapat bertahan di dalam darah tepi bayi yang berusia 1-7 hari. Bayi yang terinfeksi malaria mempunyai kerentanan terhadap persalinan prematur, berat badan lahir rendah dan anemia. Proporsi kejadian malaria kongenital di RSUD TC Hillers Maumere sebagai lokasi penelitian  selama satu tahun penelitian sebesar 8%. Tim peneliti bermaksud untuk mengetahui hubungan antara densitas parasit malaria pada ibu dan bayi dengan dampak klinis pada bayi baru lahir. Penelitian ini melibatkan 92 pasang ibu-anak di RSUD TC Hillers Maumere. Pemeriksaan darah malaria dilakukan dengan mikroskop dan molekuler. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dari 92 bayi baru lahir, 39 diantaranya terinfeksi malaria dan 53 sisanya negatif malaria. Dari yang terinfeksi malaria, 29 bayi yang terinfeksi P. vivax, 9 bayi terinfeksi P. falciparum dan 1 bayi terinfeksi campuran. Uji korelasi antara kepadatan parasit malaria pada kelompok ibu hamil dengan kondisi klinis bayi (berat badan, kadar Hb, eritrosit, hematokrit) belum menemukan hubungan yang signifikan. Namun, hal yang berbeda ditemukan pada kelompok bayi, dimana bayi dengan densitas parasit malaria yang lebih tinggi disertai dengan rendahnya kadar Hb, eritrosit dan hematokrit. Tim kemudian berkesimpulan bahwa anemia yang terjadi pada bayi mungkin dipengaruhi oleh densitas parasit malaria pada bayi itu sendiri dibandingkan dengan pengaruh densitas parasit pada ibunya.

Sumber: Fitri LE, et al. 2014. Congenital malaria in newborns selected for low birth-weight, anemia, and other possible symptoms in Maumere, Indonesia. Korean J Parasitol. 52:639-644.

Kontributor: Iqbal Elyazar