Uji kemampuan alat diagnostik cepat dan mikroskopis di lapangan untuk memeriksa malaria pada ibu hamil

 

Malaria pada ibu hamil merupakan satu masalah kesehatan yang besar di Indonesia dan diperkirakan enam juta kehamilan memiliki risiko infeksi Plasmodium falciparum dan P. vivax setiap tahunnya. Pada tahun 2010, Departemen Kesehatan Indonesia menetapkan bahwa pemeriksaan malaria pada ibu hamil dilakukan pada kunjungan antenatal pertama dengan menggunakan mikroskop atau RDT. Tim peneliti melakukan penelitian diagnostik di Sumba untuk membandingkan hasil pemeriksaan empat merek RDT yang berbeda dan hasil pemeriksaan tenaga mikroskopis puskesmas terhadap ibu hamil. Empat merek RDT yang diuji berbasis kombinasi HRP-2/pLDH seperti CarestartTM, First-Response®, Parascreen® and SD-Bioline®. Hasil pemeriksaan RDT dan tenaga mikroskopis puskesmas dibandingkan dengan hasil pemeriksaan oleh tenaga mikroskopis ahli di Jakarta dan hasil pemeriksaan PCR. Hasil penelitian ini melibatkan 950 wanita hamil. Hasil pemeriksaan dengan RDT menemukan proporsi wanita hamil dengan malaria sebesar 3-3.4%, sedangkan pemeriksaan oleh tenaga mikroskopis puskesmas sebesar 3.6%, tenaga mikroskopis ahli 5%, sedangkan hasil pemeriksaan dengan PCR 6.6%. Akurasi diagnostik alat First-Response® lebih baik dibandingkan dengan alat RDT lainnya dan tidak berbeda nyata bila dibandingkan dengan tenaga mikroskopis puskesmas. Namun secara umum, sensitifitas RDT dalam mendeteksi infeksi P. vivax masih rendah. Tim peneliti berkesimpulan bahwa penggunaan RDT merupakan alternatif yang sesuai dalam pemeriksaan malaria pada ibu hamil di pedesaan Indonesia.

Sumber: Ahmed R, et al. 2015. Performance of four HRP-2/pLDH combination rapid diagnostic tests and field microscopy as screening tests for malaria in pregnancy in Indonesia: a cross-sectional study. Malar J. 14:420.

Kontributor: Iqbal Elyazar