Kembalinya malaria di daerah pre-eliminasi: studi kasus di Kokap, Kulonprogo

 

SM-3179

Indonesia merupakan salah satu negara yang berkomitmen untuk memberantas malaria. Namun, tantangan yang dihadapi di tingkat kabupaten masih berat. Tim peneliti melakukan kajian mengenai situasi layanan kesehatan pada satu wilayah yaitu Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo di Provinsi Yogyakarta, yang setelah lima tahun endemisitas malaria berada pada level yang rendah. Data historis seluruh kasus malaria (2007-2011) dikumpulkan dan dan 226 kasus malaria periode wabah dicari koordinatnya lokasinya. Hasil analisis data historis menunjukkan bahwa setelah mengalami tiga tahun berturut-turut dengan API < 1 per 1000 penduduk, jumlah kasus malaria di Kokap meningkat hampir 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan angka API kabupaten dan 5 kali lebih tinggi dari API nasional. Beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab naiknya kasus malaria adalah kembalinya para transmigran atau pekerja migran dari daerah endemis malaria, berkurangnya jumlah juru malaria desa, kenaikan kasus malaria di wilayah kabupaten tetangga, kurangnya komunikasi yang efektif antar Puskesmas yang berada di wilayah perbatasan, kurangnya integrasi kegiatan pengendalian antar kabupaten yang berbatasan. Otoritas yang berada di lintas batas tersebut harus memberikan perhatian lebih terhadap daerah yang endemisitas malarianya sudah rendah. Kegagalan untuk menekan malaria tetap rendah menjadikan upaya yang telah dilakukan selama bertahun ini bisa menjadi sia-sia.

Sumber: Murhandarwati EE, et al. 2014. Early malaria resurgence in pre-elimination areas in Kokap subdistrict, Kulonprogo, Indonesia. Malar J. 13:130.

Kontributor: Iqbal Elyazar