Bukti dua parasit Plasmodium knowlesi berbeda secara genetik di Malaysia

PowerPoint Presentation

 

Infeksi Plasmodium knowlesi pada manusia telah dilaporkan di beberapa negara di Asia Tenggara, terutama di Malaysia. Host alamiah parasit ditemukan pada monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan monyet ekor babi (M. nemestrina), namun infeksi pada manusia dapat menyebabkan kematian. Jumlah kasus yang diakibatkan oleh infeksi parasit ini di Malaysia lebih banyak dibandingkan dengan kasus infeksi parasit P. falciparum dan P. vivax. Sekitar 1400 kasus pada manusia dilaporkan dari daerah Malaysia Borneo dan 400 kasus dari kawasan Semenanjung Malaysia. Yusof dan teman-teman meneliti apakah terdapat perbedaan genetik antara parasit yang ditemukan pada kedua wilayah. Mereka melakukan analisis sequence dengan memeriksa 130 sampel yang diperoleh dari 107 manusia dan 23 monyet ekor panjang. Analisis haplotype dilakukan terhadap 2 gen P. knowlesi yaitu tipe A small subunit ribosomal 18S RNA dan cytochrome c oxidase subunit I. Hasil analisis genetik menunjukkan bahwa kedua geografis tersebut memiliki populasi genetik P. knowlesi yang berbeda. Variasi genetik yang tinggi pada masing-masing vilayah mengindikasikan bahwa transmisi P. knowlesi sudah berlangsung lama sehingga tidak ada haplotype yang dominan. Tim peneliti menduga bahwa populasi parasit ini saling terisolasi akibat kenaikan permukaan air laut sekitar 15,000 tahun yang lalu. Investigasi epidemiologis lanjutan diperlukan dengan menggunakan lebih banyak sampel dari negara-negara tetangga sehingga dapat diketahui struktur populasi P. knowlesi secara lebih komprehensif, sekaligus strategi untuk meminimalkan resiko infeksi ini.

Sumber: Yusof R, et al. 2016. Phylogeographic Evidence for 2 Genetically Distinct Zoonotic Plasmodium knowlesi Parasites, Malaysia. Emerg Infect Dis. 22:1371-1380.

Kontributor: Iqbal Elyazar