Malaria pada kehamilan menganggu kecepatan pertumbuhan janin

Dampak malaria pada kehamilan sering kali diasosiasikan dengan berat badan bayi lahir rendah, namun jarang diketahui dampaknya terhadap kecepatan pertumbuhan janin. Infeksi malaria yang terjadi pada masa awal kehamilan dapat menyebabkan tertundanya pertumbuhan janin, sedangkan infeksi yang terjadi pada akhir kehamilan dapat berakibat langsung terhadap pertumbuhan janin. Briand dan teman-teman meneliti dampak infeksi malaria terhadap kecepatan pertumbuhan janin pada sekelompok populasi wanita hamil di Benin. Sekitar 664 wanita hamil terlibat dalam analisis penelitian ini. Setiap bulan status malaria para partisipan diperiksa begitu pula halnya dengan status biometri janin dan usia kehamilan. Sekitar 43% (313/664) partisipan selama penelitian ditemukan terinfeksi malaria. Hasil analisis mengkonfirmasi bahwa pertumbuhan janin pada kelompok wanita hamil yang terinfeksi malaria lebih lambat dibandingkan dengan kelompok wanita hamil yang tidak terinfeksi malaria (p < 0.001). Wanita hamil yang terinfeksi malaria dengan berat badan yang rendah selama kehamilan cenderung memiliki dampak 2-8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang terinfeksi malaria namun tidak memiliki berat badan yang rendah. Hasil penelitian menginformasikan bahwa pencegahan terhadap infeksi malaria bagi ibu hamil merupakan hal yang penting, baik pada awal, selama dan akhir kehamilan. Strategi untuk memberikan obat antimalaria pada awal semester kedua, kemudian diberikan secara rutin setiap bulannya sampai dengan melahirkan, mungkin perlu diteliti dan dipertimbangkan.

Sumber: Briand V, et al. 2016. Fetal Growth Restriction Is Associated With Malaria in Pregnancy: A Prospective Longitudinal Study in Benin. J Infect Dis. 214:417-425

Kontributor: Iqbal Elyazar