Infeksi berulang vivax malaria meningkatkan biaya pengobatan pada wanita hamil

SM-M59081

Infeksi malaria pada wanita hamil selain menyebabkan kerugian kesehatan juga menjadi beban secara ekonomi. Kajian ekonomi akibat infeksi P. falciparum sudah banyak dilakukan, namun data akibat ekonomis infeksi P. vivax pada wanita hamil masih sangat jarang. Oleh sebab itu tim peneliti melakukan kajian mengenai berapa besar biaya yang harus dikeluarkan jika wanita hamil terinfeksi malaria. Penelitian dilakukan di suatu daerah dengan intensitas rendah, namun didominasi oleh infeksi P. vivax malaria. Seluruh data kunjungan ke fasilitas kesehatan dikumpulkan baik dari data rawat inap dan rawat jalan. Wawancara dilakukan terhadap 74 wanita hamil. Sedangkan data dari sisi penyedia jasa dikumpulkan dari dinas kesehatan dan fasilitas kesehatan. Biaya tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam berbagai kategori yang lebih spesifik misalnya transportasi, diagnosis, pengobatan, makanan, konsultasi, rawat inap, sebagainya. Hasil kajian menunjukkan bahwa infeksi vivax yang berulang tersebut selama masa kehamilan yang sama menyebabkan biaya yang harus dikeluarkan oleh wanita hamil tersebut meningkat. Secara rata-rata biaya langsung yang dikeluarkan akibat infeksi vivax ini 33% lebih tinggi dibandingkan dengan infeksi P. falciparum. Informasi yang diperoleh dari kajian ini mengindikasikan bahwa masalah infeksi berulang akibat vivax malaria menyebabkan beban ekonomi yang lebih besar pada daerah dengan dominansi infeksi vivax.

SUMBER: Botto-Menezes C, et al. 2016. Costs associated with malaria in pregnancy in the Brazilian Amazon, a low endemic area where Plasmodium vivax predominates. PLoS Negl Trop Dis. 10:e0004494.

Kontributor: Iqbal Elyazar