Estimasi biaya eliminasi malaria di 34 negara yang sedang memberantas malaria

Pada tahun 2013, terdapat 34 negara yang tercatat sedang berupaya memberantas malaria. Tantangan yang dihadapi oleh negara-negara tersebut adalah mempertahankan komitmen pemerintah dan masyarakat untuk tetap mengalokasikan sumber daya yang bisa digunakan memutus mata rantai transmisi selama-lamanya sekaligus mencegah re-introduksi malaria. Oleh sebab itu, tim peneliti melakukan kajian terhadap 34 negara tersebut dengan melihat dua parameter utama yaitu apakah terdapat kenaikan kasus malaria atau kenaikan anggaran malaria sepanjang tahun 2005-2010. Dari 34 negara, 28 negara melaporkan bahwa kasus malarianya menurun sepanjang tahun 2005 dan 2010 dan 6 negara sisanya melaporkan bahwa kasus malarianya meningkat. Dari 28 negara yang kasus malarianya menurun, 21 negara malah menaikkan anggaran malarianya, tapi 7 negara sisanya malah menurunkan anggaran malaria mereka. Dari 6 negara-negara dimana jumlah kasus malarianya meningkat, seluruh negara menaikkan anggaran malaria mereka. Dari 34 negara yang dianalisis, ada 19 negara yang menerima bantuan lembaga donor Global Fund dengan kisaran kontribusi antara 12-100% dari total anggaran malaria mereka.

Tim peneliti menggunakan model proyeksi untuk memperkirakan berapa total biaya yang diperlukan untuk memberantas malaria dan mempertahankan status bebas malaria sampai dengan tahun 2030. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa diperlukan USD 8.5 milyar untuk hal ini mulai dari 2014 sampai 2030 di 34 negara tersebut. Rata-rata pada tahun 2016, diperlukan biaya USD 2.41 per orang/tahun untuk biaya pemberantasan malaria, kemudian turun pada tahun 2020 menjadi USD 2.28 per orang/tahun, dan relatif stabil sepanjang tahun 2021-2030 yaitu USD 1.4 per orang/tahun. Biaya untuk intervensu LLIN merupakan pos pengeluaran yang paling (51%), namun setelah mencapai eliminasi, maka pos alokasi ini akan berkurang banyak, dan mungkin beralih ke monitoring dan evaluasi, serta biaya deteksi.

Tantangan yang harus dipikirkan oleh negara-negara yang memiliki visi untuk memberantas malaria adalah ancaman ketergantungan dari dana lembaga donor sekaligus pengurangan anggaran, dimana pemerintah mengalokasikan untuk prioritas kesehatan lainnya. Pembelajaran dari Sri Lanka mengajarkan mereka kehilangan kesempatan untuk memberantas malaria pada tahun 1963 karena kegiatan pengendalian tidak dituntaskan sehingga terjadi kenaikan kasus sampai dengan 400.000 kasus. Sumber-sumber pendanaan domestik perlu dipertimbangkan kembali untuk digali dan dioptimalkan.

Sumber: Zelman B, et al. 2014. Costs of eliminating malaria and the impact of the global fund in 34 countries. PLoS ONE. 9:e115714.

Kontributor: Iqbal Elyazar