Anopheles sinensis

 

Distribusi: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi

Ditemukan sebagai nyamuk infektif: Sumatera (Detail 1, Detail 2)

Perilaku nyamuk dewasa : Informasi yang komprehensif tentang spesies ini masih terbatas. Sebuah penelitian melaporkan bahwa perilaku nyamuk mungkin ini tidak tergantung kepada kehadiran sumber makanan alternatif lain seperti adanya hewan ternak. Mereka menemukan bahwa di daerah dimana jumlah hewan ternak banyak ataupun sedikit, proporsi mereka ditemukan menghisap darah manusia tetap tinggi (>80%). Nyamuk Anopheles sinensis menunjukkan perilaku menghisap darah manusia di luar ruangan. Aktivitas makan  mencapai puncaknya pada kuartal pertama malam dan dengan jarak terbang hingga 1.500 meter. Spesies ini mungkin beristirahat di luar ruangan di sekitar kandang ternak pada pagi hari.

Karakteristik habitat : Larva nyamuk ini biasanya ditemukan di habitat yang mendapatkan sinar matahari dan habitat air tawar. Ada beberapa laporan yang menemukan larva di air asin atau air payau dan juga dari sawah dengan suhu air sawah melebihi 41oC, mengindikasikan toleransi terhadap suhu tinggi. Habitat spesifik meliputi pinggir danau, rawa-rawa, kolam, sungai kecil, kolam ikan, sawah, sumur dan saluran irigasi. Anopheles sinensis telah dicatat di dataran rendah dan di daerah perbukitan di ketinggian hingga 1.100 meter di atas permukaan laut. (Lihat Detail 3).

 

Sumber: Elyazar IRF, Sinka M, Gething PW, Tarmidzi SN, Surya A, Kusriastuti R, Winarno, Baird JK, Hay SI, Bangs MJ. 2013. The distribution and bionomics of Anopheles malaria vector mosquitoes in Indonesia. Adv Parasitol. 83:173-266.