Plasmodium falciparum

 

Infeksi P. falciparum merupakan spesies Plasmodium yang paling umum ditemukan di Indonesia. Salah satu dokumen yang dipublikasikan paling awal mengenai keberadaan parasit ini adalah laporan Robert Koch pada tahun 1900 yang melakukan survei malaria di Ambarawa dan Ungaran (Jawa Tengah ) dan Tanjung Priok. Minimal 13 spesies nyamuk Anopheles telah dikonfirmasi menjadi vektor malaria di Indonesia untuk parasit P. falciparum, seperti An. aconitus, An. balabacensis, An. barbirostris, An. farauti, An. flavirostris, An. leucophyrus, An. maculatus, An. parangensis, An. punctulatus, An. subpictus, An. sundaicus, An. tesselatus dan An. vagus. Dalam nyamuk, sporozoit P. falciparum berkembang selama rata-rata 12 hari. Setelah nyamuk infektif menggigit orang, perkembangan parasit keluar dari sel hati dan menginvasi sel darah merah memerlukan waktu 9-10 hari. Parasit ini dapat memperbanyak diri setiap 48 jam.

Artikel mengenai parasit ini sangat banyak dan tersedia di PubMed.

Beberapa contoh bacaan tentang infeksi parasit ini adalah:

Menard D, et al. 2016. A worldwide map of Plasmodium falciparum K13-propeller polymorphisms. N Engl J Med. 374:2453-2464.

Gething PW, et al. 2011. A new world malaria map: Plasmodium falciparum endemicity in 2010. Malaria journal. 10:378.

Ashley EA, White NJ. 2014. The duration of Plasmodium falciparum infections. Malar J. 13:500.

Elyazar IR, et al. 2011. Plasmodium falciparum malaria endemicity in Indonesia in 2010. PloS one. 6:e21315.