Plasmodium knowlesi

 

Infeksi Plasmodium knowlesi umumnya ditemukan pada populasi monyet liar seperti monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), monyet ekor babi (Macaca nemestrina) dan monyet simpai (Presbytis melalophos). Manusia dapat terinfeksi parasit ini melalui gigitan nyamuk Anopheles yang sebelumnya menghisap darah monyet infektif, seperti nyamuk An. balabacensis dan An. maculatus.  Masa perkembangan parasit ini di tubuh nyamuk mencapai rata-rata 13 hari. Setelah nyamuk infektif menggigit orang, perkembangan parasit keluar dari sel hati dan menginvasi sel darah merah memerlukan waktu paling cepat 9 hari. Parasit ini dapat memperbanyak diri setiap 24 jam. Kecepatan gelombang invasi parasit ini lebih cepat dibandingkan dengan empat parasit malaria pada manusia lainnya. Akibatnya, infeksi pada manusia dapat menyebabkan malaria berat dan bahkan kematian. Diagnosis dengan mikroskopis seringkali gagal membedakan P. knowlesi dari Plasmodium lainnya. Hal ini menyebabkan besaran masalah kesehatan yang sesungguhnya belum diketahui. Kemampuan alat uji diagnostik cepat saat ini belum cukup sensitif untuk menangkap parasit ini, sedangkan pemeriksaan berbasis molekuler masih dipandang belum memungkinkan jika digunakan untuk pemeriksaan rutin di fasilitas kesehatan.

Beberapa contoh bacaan tentang infeksi parasit ini adalah :

Shearer FM, et al. 2016. Estimating geographical variation in the risk of zoonotic Plasmodium knowlesi Infection in countries eliminating malaria. PLoS Negl Trop Dis. 10:e0004915.

Moyes CL, et al. 2016. Predicting the geographical distributions of the macaque hosts and mosquito vectors of Plasmodium knowlesi malaria in forested and non-forested areas. Parasit Vectors. 9:242.

Singh B, et al. 2004. A large focus of naturally acquired Plasmodium knowlesi infections in human beings. Lancet. 363:1017-1024.

Cox-Singh J, et al. 2008. Plasmodium knowlesi malaria in humans is widely distributed and potentially life threatening. Clin Infect Dis. 46:165-171.

William T, et al. 2011. Severe Plasmodium knowlesi malaria in a tertiary care hospital, Sabah, Malaysia. Emerg Infect Dis. 17:1248-1255.

Singh B, et al. 2013. Human infections and detection of Plasmodium knowlesi. Clin Microbiol Rev. 26(2):165