Plasmodium malariae

 

Infeksi Plasmodium malariae ditemukan di seluruh kepulauan Indonesia. Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor iklim tropis yang mendukung parasit untuk berkembang di dalam tubuh nyamuk.Informasi mengenai vektor spesifik yang mendukung kehidupan parasit jenis ini berdasarkan studi di Indonesian masih terbatas. An. punctulatus pernah dilaporkan infektif dengan parasit ini. P. malariae merupakan satu-satunya parasit malaria dengan siklus perkembangan eritrosit mencapai 3 hari sehingga orang menderita demam berulang dengan interval tiga hari.  Anopheles punctulatus dan An. sundaicus pernah ditemukan menjadi nyamuk infektif terhadap parasit ini. Masa perkembangan parasit malariae di tubuh nyamuk mencapai rata-rata 14-16 hari. Setelah nyamuk infektif menggigit orang, perkembangan parasit keluar dari sel hati dan menginvasi sel darah merah memerlukan waktu 15-16 hari. Parasit ini dapat memperbanyak diri setiap 72 jam. Kecepatan gelombang invasi parasit ini paling lambat dibandingkan dengan empat parasit malaria lainnya. Akibatnya, parasit ini umumnya ditemukan dengan densitas parasitemia rendah karena rendahnya densitas merozoit yang dihasilkan untuk setiap siklus eritrositik yang memerlukan waktu lebih lama.  Beberapa contoh bacaan tentang infeksi parasit ini adalah :

Langford S, et al. 2015. Plasmodium malariae Infection associated with a high burden of anemia: A hospital-based surveillance study. PLoS Negl Trop Dis. 9:e0004195.

Roucher C, et al. 2014. A 20-year longitudinal study of Plasmodium ovale and Plasmodium malariae prevalence and morbidity in a West African population. PLoS ONE. 9:e87169.