Pemetaan bentang darat penyakit infeksi: pesawat tanpa awak dan epidemiologi

Potensi aplikasi dari pesawat tanpa awak, atau yang sekarang populer dengan sebutan “drone”, sedang marak dan banyak diminati dalam berbagai bidang. Drone menawarkan sebuah potensi untuk mengumpulkan infromasi spasial yang detail dalam waktu nyata dengan biaya yang relatif rendah. Penggunaan drone saat ini cukup meningkat di beberapa bidang seperti konservasi dan riset ekologi. Dalam lingkup riset epidemiologi penyakit infeksi dan kesehatan masyarakat, drone memiliki potensi untuk menyediakan data-data yang akurat secara spasial dan temporal yang sangat penting dalam memahami hubungan antara penularan penyakit dengan faktor-faktor lingkungan.

Investigasi secara menyeluruh dan detail terhadap faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi penularan penyakit infeksi sangat vital dalam penyusunan program kontrol dan surveilans yang sesuai target. Data dengan resolusi tinggi yang dihasilkan oleh drone dapat digunakan, sebagai contoh, untuk memahami bagaimana perubahan penggunaan lahan berdampak terhadap kemunculan dan penyebaran suatau penyakit infeksi dengan cara memantau distribusi populasi manusia dan perubahan habitat vektor penyakit dan satwa liar yang menjadi reservoir penyakit.

Penggunaan drone sebagai alat surveilans lingkungan memberikan beberapa keunggulan dibandingkan data yang diproduksi oleh satelit, beberapa di antaranya: waktu pengulangan surveilans yang relative lebih cepat, tidak terganggu oleh adanya awan dan resolusi spasial yang tinggi. Akan tetapi, terlepas dari kelebihan yang dimiliki, penggunaan drone secara efektif dan efisien masih terbatas dalam skala geografi yang relatif kecil di mana data satelit dengan resolusi tinggi tidak tersedia. Penggunaan drone dalam skala geografi yang relatif besar akan menjadi kurang efektif dan efisien dari sisi waktu pengoleksian data dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengoperasikan alat tersebut. Secara garis besar, drone memberikan suatu alternatif alat pengumpulan data spasial dalam waktu nyata dan beresolusi tinggi.

Sumber: Fornace, K.M., Drakeley, C.J., William, T., Espino, F. and Cox, J., 2014. Mapping infectious disease landscapes: unmanned aerial vehicles and epidemiology. Trends in parasitology30(11), pp.514-519.

Kontributor: Bimandra Djaafara