Hingga akhir Juni 2018 malaria di Bitung capai 83 kasus

Kasus malaria di Kota Bitung tergolong tinggi, hingga akhir Juni tercatat sudah ada 83 kasus.

“Tahun ini memang cukup tinggi, namun bersyukur semua bisa tertangani cepat sehingga tidak ada korban meninggal dunia,” jelas Franky Soriton Kadis Kesehatan Bitung, Rabu (1/8/2018).

Ia merincikan untuk kasus malaria pada Januari mencapai 13 penderita, Februari 9 penderita, Maret 15 penderita, April 15 penderita, Mei 17 penderita, Juni 14 penderita.

“Itu yang tercatat di puskesmas dan rumah sakit di Kota Bitung,” jelasnya.

Berbagai upaya dilakukan untuk menekan jumlah tersebut di antaranya dengan pemberian kelambu berinsektisida.

“Tahun lalu sudah kita sebarkan sebanyak 3150 buat, namun tahun ini belum ada,” jelasnya.

Kelambu tersebut masih ampuh membunuh nyamuk hingga lima tahun, selebihnya kandungan insektisida mulai berkurang namun kelambunya masih bisa digunakan.

Jika terjadi kasus luar biasa baru pemerintah melakukan pengasapan, sebab pengasapan bisa berdampak kurang baik untuk kesehatan, lantaran mengandung obat.

Wilayah endemik malaria di antaranya Lembeh 2 kecamatan dan15 desa, Danowudu Kecamatan Ranowulu, Kecamatan Matuari ada Kelurahan Manembo-Nembo atas, tengah, dan Sagerat.

Sumber: tribunnews.com