Tekan malaria, pemerintah gandeng Perdhaki

Ketua Program Malaria SR-Keuskupan Agung Merauke dan Perdhaki Merauke, dr. Stefanus Osok, M.Kes, MM (foto:dok)

Untuk memberantas kasus malaria yang terjadi, pemerintah bekerjasama dengan Perdhaki guna menekan angka kasus malaria yang terjadi terutama di wilayah Indonesia Timur.

Ketua Program Malara Sr-Keuskupan Agung Merauke dan Perdhaki Merauke, dr. Stefanus Osok, M.Kes, MM mengatakan tujuan dibentuk Perdhaki adalah untuk menurunkan angka kesakitan akibat malaria dengan cara menurunkan penularan malaria ke tingkat yang paling rendah, melalui intervensi epidemologi yang tepat.

Selanjutnya, memperluas akses diagnose dini kasus malaria menggunakan tes mikroskop atau RDT dan pengobatan malaria yang tepat dengan menggunakan obat anti malaria rekomendasi WHO pada seluruh penduduk beresiko termasuk ibu hamil dan anak Balita.

Selain itu, perlu meningkatkan cakupan serta penggunaan kelambu anti nyamuk pada penduduk berisiko dan memperbaiki surveilans dan pelaporan guna memperbaiki manajamen, sehingga investigasi wabah secara rutin dilakukan dalam waktu 24 jam dan lebih dari 90 persen fasilitas kesehatan dapat melaporkannya tepat waktu.

“Sekarang kan pemerintah juga sudah banyak membagikan kelambu kepada masyarakat tinggal bagaimana masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya,” tuturnya di Core In, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, setiap gejala demam menggigil diperiksa darahnya dengan mikroskop atau test RDT untuk mendeteksi adanya parasite malaria. Setiap yang darahnya positif malaria diberi obat anti malaria yang standar yaitu ACT atau DHP sesuai dosis. Jika parasitnya plasmodium vivax ditambah primaquin selama dua minggu. Bila parasitnya plasmodium falciparum ditambah primaqune selama tiga hari.

“Obat-obat yang diberikan penderia malaria harus diminum habis, hal ini tentunya untuk membunuh parasit yang ada di dalam tumbuh mereka,” terangnya.

Program malaria Perdhaki merupakan aktivitas di tingkat masyarakat, baik yang berbasis katolik maupun agama lain serta kegiatan lintas sektoral antara lain kegiatan kesehatan ibu dan anak, pengembangan sosial ekonomi, lingkungan, organisasi profesi dan lain-lainnya.

Sementara itu, visi dan misi Perdhaki adalah terwujudnya akses masyarakat kepada pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berbeda rasa melalui jejaring pelayanan kesehatan yang efektif. Kemudian, meningkatkan koordinasi dan kerjasama berlandaskan communion antar anggota dan wilayah.

Meningkatkan kapasitas unit anggota dalam upaya mencapai layanan yang berkualitas dan terjangkau dan mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan dengan semangat cinta kasih dan berbela rasa sesuai dengan nilai-nilai kristiani.

Source: www.pasificpos.com