Malaria Center gencarkan pemberantasan malaria

Malaria Center Gencarkan Pemberantasan Malaria

Malaria Center terus berupaya menggencarkan pemberantasan malaria di Provinsi Papua. Di sisi lain, upaya itu juga dinilai ikut mendukung Pronvinsi tersebut dalam menggelar Pekan Olah Raga Nasional (PON) tahun 2020.

“Kami sedang berkolaborasi dan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika untuk menggiatkan kembali usaha pengendalian malaria. Harapannya dalam mencapai target Kabupaten Mimika bebas Malaria tahun 2026, kita bisa menjaga juga agar masalah Malaria tidak mengganggu penyelenggaraan PON di Papua,” kata Manager CHD Freeport Indonesia, Govert Waramori, dalam siaran pers, di Jakarta, baru-baru ini.

Malaria Center merupakan kolaborasi antara Freeport Indonesia melalui Community Health Development (CHD) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika. Lembaga ini merupakan lembaga yang berperan mengadvokasi, mengkoordinasi, dan memfasilitasi pelaksanaan program pengendalian Malaria di Mimika untuk mengeliminasi Malaria di Mimika tahun 2026.

Di Papua, Kabupaten Mimika menjadi satu dari lima daerah Kabupaten penyumbang kasus malaria terbanyak di Indonesia. Adapun empat kabupaten lainnya adalah Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Boven Digoel.

Govert juga menyampaikan bahwa Freeport berkomitmen untuk mendukung Malaria Center dalam mewujudkan target Pemprov Papua untuk mengeliminasi malaria dari tanah Papua pada tahun 2030.

Menurut dia, upaya ini bisa berhasil bila semua pemangku kepentingan (stakeholder) di bawah komando Dinas Kesehatan dapat berjalan seiring bersama untuk mengeliminasi malaria demi menyukseskan PON 2020 di Timika. Freeport juga mendukung penuh program yang dilaksanakan oleh Malaria Center untuk menyambut pelaksanaan PON tahun 2020.

Sementara itu, Iswandi, koordinator teknis lapangan Malaria Center, menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya berjuang berupaya memberantas malaria di Kabupaten Mimika sejak 2013. Upaya itu mendapat dukungan penuh dari Freeport dan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Beberapa pencapaian yang sudah dilakukan oleh Malaria Center, tambah dia, pada 2013 lembaga yang dipimpinnya melakukan penyemprotan insektisida ke 17 ribu rumah di Timika. Lalu, pada 2014, angka ini bertambah hingga 24.037 rumah dan pada 2015 menjadi 24.958 rumah.

Tidak hanya penyemprotan insektisida, Malaria Center juga melakukan pemasangan kelambu yang jumlahnya bertambah dari tahun ke tahun.

Sumber: beritasatu.com