Siswa madrasah raih gold medal

https://i2.wp.com/www.tisias.org/uploads/6/9/5/1/69513309/3-13_orig.jpg?resize=375%2C281&ssl=1

Siswa MAN 2 Kota Malang kembali mengukir prestasi. Dengan keberhasilan Haidar Azzammuddin dan Arifah Ramadhani Azzam, mendapat dua penghargaan sekaligus yaitu Gold Medal dan International Special Inventor Award dengan judul riset “The Jamu Of Male Papaya as Novel Medicine for Malaria High Stadium”, pada gelaran lomba International invention Innovation Competition in Canada (iCAN) 2018 yang diselenggarakan Toronto International Society of Innovation & Advanced Skills (TISIAS) di Kanada, beberapa waktu lalu.

Menurut Kepala MAN 2 Kota Malang, Binti Maqsudah, iCAN merupakan kompetisi tahunan yang diikuti siswa, mahasiswa dan profesional yang telah lolos seleksi di negaranya. Proses seleksi dilakukan di setiap negara secara bertahap. Makalah yang manjadi juara nasional, dikirimkan secara online ke panitia.

“Peserta yang meraih poin tertinggi diundang ke kanada untuk mengikuti babak grand final,”katanya.

Dan iCAN, lanjutnya, bertujuan menyediakan platform global di Kanada bagi para penemu, inovator, mahasiswa, profesor, dan ilmuwan riset dari seluruh dunia dengan ide ide spektakuler untuk meraih peluang khusus untuk menampilkan penemuan kreatif dan proyek inovasi.

Menurutnya, kompetisi tahunan yang diikuti siswa,mahasiswa dan profesional yang telah lolos seleksi di negaranya. Proses seleksi dilakukan di setiap negara secara bertahap. Makalah yang manjadi Juara nasional dikirimkan secara online ke panitia. Peserta yang meraih poin tertinggi diundang ke kanada untuk mengikuti babak grand final.

“Pada even yang diikuti 42 Negara ini adalah tidak ada batasan umur atau jenjang bagi peserta,”tutur Binti.

Ia menjelaskan, siswa SMA akan beradu kualitas riset dengan mahasiswa berbagai Universitas dunia dan akan bertanding dengan tenaga profesional dari berbagai lembaga riset dunia. Selama ini delegasi dari negara eropa dan Amerika selalu mendominasi kemenangan.

“Tahun ini delegasi kita sebagai delegasi dari Asia Tenggara berhasil mendapat penghargaan,”ujarnya.

Haidar Azzammuddin dan Arifah Ramadhani Azzam yang menjadi delegasi Indonesia, berhasil mendapat dua penghargaan sekaligus yaitu Gold Medal dan International Special Inventor Award.

“Dengan judul riset “The Jamu Of Male Papaya as Novel Medicine for Malaria High Stadium” atau obat papaya jantan yang diserahkan Sabtu (1/9),”paparnya.

Obat pepaya jantan ini sebelumnya telah menang pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional pada 2017 yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tentang Efikasi Jamu Pepaya Jantan yaitu ramuan obat diramu dengan komposisi tertentu sehingga bisa menjadi obat penyakit malaria stadium akhir. Riset ini dilakukan dalam waktu lama.

“Proses risetnya juga memerlukan biaya yang besar karena menggunakan alat bernama plostometer, dimana diteliti sampai jumlah selnya,”terang Binti.

Ditemui di Jakarta, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar mengaku sangat bangga dan mengapresiasi prestasi yang berhasil diraih MAN 2 Kota Malang.

“Saya ucapkan selamat dan sukses atas prestasinya, terima kasih sudah mengangkat marwah Madrasah dan pendidikan Islam, semoga menjadi motivasi bagi madrasah lainnya” harap Umar. (hik/net)

Sumber: radarsukabumi.com, foto: tisias.org