Bakar motor di kantor PDIP Kalteng, ditangkap polisi malah tertawa

Kantor DPD PDIP Kalteng mendadak ramai. Kepulan asap hitam membumbung tinggi. Pengendara roda dua maupun empat yang melintas di Jalan RTA Milono Palangka Raya, berhenti tepat di depan markas partai berlambang banteng moncong putih itu. Aji Nopetra yang sedang membakar motornya di bawah tiang bendera, tampak biasa saja. Ia hanya duduk dan melihat api menyelimuti Yamaha MX King KH 2664 EO.

Ulah pria asal Barito Utara itu menyisakan tanda tanya. Pemuda 27 tahun itu membakar motor di kantor PDIP, dikhawatirkan berkaitan dengan politik. Apalagi, usai melakukan aksinya, Jumat (7/9) sekitar pukul 06.54 WIB, Aji Nopetra sama sekali tak ingin melarikan diri.

Santo, penjaga Kantor DPD PDIP Kalteng, dikagetkan dengan kobaran api yang cepat membesar. Tak berpikir panjang, ia berinisiatif untuk memadamkan api tersebut. Menyiramnya menggunakan air. Berulang kali, hingga api meredup.

“Saya kaget ketika ada kobaran api yang sudah sangat besar di depan halaman. Orang yang membakarnya, malah duduk santai sambil tertawa,” katanya kepada Kalteng Pos.

Pemuda berkaus merah nekat membakar motor itu, tidak dikenal Santo. Bahkan, Santo meyakini Aji Nopetra tidak pernah kelihatan datang ke kantor PDIP.

“Saya tanya ke dia (Aji, red) kenapa kamu bakar sepeda motor ini di depan Kantor PDIP? Ia menjawab, saya disuruh Wily melakukan pembakaran itu,” ucap Santo sembari menirukan Aji menjawab pertanyaannya dan tertawa.

Mendengar itu, Santo langsung tidak percaya. Santo menyangkal.

“Tidak mungkin Wily menyuruh kamu membakar sepeda motor depan kantor PDIP, karena dirinya adalah orang PDIP. Jadi tidak mungkin jika dia yang menyuruh kamu,” lanjut Santo bercerita kekesalannya kepada Aji yang cengegesan ketika ditanya.

Tak lama berselang, pihak Polres Palangka Raya datang. Mengamankan pelaku. Tapi, Aji masih terlihat santai. Gerakannya saat duduk, diminta berdiri, dan digeledah, tampak santai.

“Yang bersangkutan telah kami amankan ke Polres Palangka Raya. Sudah diinterogasi,” ungkap Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar kepada awak media, Jumat (7/9) sekitar pukul 10.22 WIB.

Usai dilakukan pemeriksaan, Aji diduga mengalami gangguan jiwa. Karena saat dilakukan pemeriksaan, jawabannya ngelantur dan sambil tertawa.

Informasi yang diterima kepolisian dari keluarga Aji, yang bersangkutan mengalami penyakit malaria tropika (jenis malaria paling ganas).

”Oleh sebab itu, yang bersangkutan kami bawa terlebih dahulu ke Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei. Hal ini dilakukan, untuk memastikan yang bersangkutan benar-benar gila atau tidak,” tegasnya.

Khawatir insiden kecil itu dipelintir ke arah politik, Kalteng Pos mencoba menghubungi Sekretaris DPD PDIP Kalteng, Yohanes Fredy Ering.

Pihaknya memastikan, insiden tersebut tidak ada kaitannya dengan politik.

“Dia (Aji, red) bukan kader PDIP, bukan keluarga caleg PDIP. Pokoknya kami tidak kenal,” tegasnya.

Mengenai proses hukum, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian, untuk melakukan penyelidikan dan rehabilitasi, jika memang terbukti Aji mengalami gangguan jiwa. (idu/*old/ce/abe)

Sumber berita dan gambar: kaltengpos.web.id