Dampak perubahan iklim bawa banyak nestapa

Perubahan iklim membawa dampak berupa peningkatan suhu, kekeringan, pergeseran pola curah hujan, dan musim tumbuh lebih panjang, sehingga tanaman dan hewan berevolusi untuk mengimbanginya.

Para ahli biologi telah mengamati tupai dan salmon berkembang dengan kecepatan yang dipaksakan. Sehingga mereka bereproduksi pada usia lebih muda. Musim panas sebelumnya menyebabkan beberapa bunga mekar di awal tahun. Dan karang menempa hubungan baru dengan ganggang mikroskopis untuk bertahan hidup di laut yang lebih hangat dan lebih asam.

Ketika planet ini terus menghangat, perubahan evolusioner juga diharapkan pada spesies lain termasuk Homo sapiens atau manusia. Perubahan iklim akan mengubah cara kerja internal tubuh kita dengan cara halus tapi signifikan dan kemungkinan menyebabkan perubahan nyata dalam penampilan manusia.

Dampak perubahan iklim terhadap tubuh manusia, seperti dikutip Euronews, Sabtu (8/9/2018),

Iklim yang lebih hangat berarti malaria, virus West Nile dan penyakit-penyakit lainnya yang lama terkurung di daerah tropis akan menyebar ke zona sedang. Akibatnya, orang-orang yang tinggal di AS dan negara lainnya terkena penyakit ini.

Dan sistem kekebalan akan dipaksa mengembangkan pertahanan baru. Pada gilirannya menyebabkan penyakit tidak menular lainnya.

Dua kelainan darah, sel sabit dan thalassemia muncul dan terus ada karena memiliki efek samping menguntungkan: resistensi terhadap malaria. Gangguan semacam itu, atau yang baru, dapat segera muncul jika malaria berpindah ke daerah-daerah Amerika Utara, Asia Timur dan Eropa.

Demikian pula, sistem pencernaan kita akan berevolusi sebagai tanggapan terhadap pergeseran ketersediaan makanan. Di mana tanaman dan ternak dapat dibudidayakan. Kemampuan mencerna susu di masa dewasa berevolusi di antara kelompok-kelompok di Timur Tengah dan Afrika Utara yang mulai memelihara ternak.

Generasi mendatang dapat mengembangkan kemampuan lebih baik mentolerir gula atau lemak.

Mengubah pola makan juga akan memicu perubahan pada mikrobioma manusia, bakteri dan mikroorganisme lain yang hidup dalam usus dan membantu menjaga kita tetap sehat.

Vegetarian cenderung menyimpan campuran bakteri berbeda dari pemakan daging, dan perubahan ini dapat membesar jika kekeringan berkepanjangan menyebabkan sulit memelihara ternak untuk daging.

Perubahan eksternal

Ketika manusia berubah di dalam, juga akan berubah dari luar. Bukti menunjukkan pemanasan planet dapat mencairkan perbedaan antara ras manusia atau kelompok populasi.

Alasan mengapa perubahan iklim dapat mengurangi perbedaan rasial adalah hal itu akan memicu migrasi besar-besaran.

Dalam beberapa dekade terakhir dunia menjadi lebih urban, orang-orang pindah ke kota-kota besar dari daerah pesisir. Tapi, karena es di kutub mencair dan permukaan laut naik, sejumlah besar orang dipaksa berpindah dari pantai.

Dan ketika kekeringan menjadi lebih sering dan lebih parah, orang-orang yang tinggal di daerah lebih kering harus pindah ke tempat-tempat dengan sumber air lebih dapat diandalkan.

Dampak terhadap lingkungan hidup

Migrasi ini akan mengikis hambatan geografis yang pernah memisahkan populasi manusia. Padahal, proses ini sudah berlangsung.

Pada 2017, 258 juta orang tinggal di negara lain selain negara tempat mereka dilahirkan, peningkatan 49 persen sejak tahun 2000, menurut laporan PBB.

Laporan Bank Dunia dirilis bulan Maret 2018 memprediksikan perubahan iklim akan menyebabkan 140 juta orang bermigrasi pada tahun 2050. Mereka yang tinggal di Afrika sub-Sahara, Asia Selatan dan Amerika Latin, akan cenderung bermigrasi.

Salah satu konsekuensi migrasi skala besar disebut ahli biologi aliran gen, jenis evolusi yang disebabkan perpaduan gen antara populasi. Ketika orang-orang dari populasi berbeda kawin dan bereproduksi, gen mereka berbaur dengan anak-anak mereka.

Itu bisa mengarah kombinasi sifat yang tidak terlihat pada orang tua atau di populasi mereka berasal, seperti kulit gelap dan mata biru penduduk Tanjung Verde, hasil perkawinan silang Portugis dan Afrika Barat.

Pergeseran warna kulit

Salah satu efek paling nyata aliran gen mungkin kesamaan lebih besar dalam warna kulit. Perbedaan warna kulit muncul hasil seleksi alam pada populasi manusia yang berbeda.

Pigmen eumelanin membuat kulit lebih gelap, membantu melindungi dari sinar matahari yang panas. Tapi, terlalu banyak eumelanin dapat menyulitkan tubuh memproduksi vitamin D, yang dibutuhkan untuk membangun tulang yang sehat.

Jadi selama ribuan tahun, populasi manusia berevolusi berbagai tingkat pigmentasi kulit saat menyebar ke seluruh dunia, dengan seleksi alam menyeimbangkannya.

Ketika orang-orang di seluruh dunia menjadi lebih mirip secara fisik satu sama lain, mungkin saja rasisme perlahan-lahan memudar. (aja/inilampung.com)

Sumber: inilampung.com