Dinkes Papua Barat ajak masyarakat berantas malaria

Upaya pemberantasan penyakit Malaria di kabupaten Manokwari, provinsi Papua Barat, terus dilakukan pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan didukung semua pihak bersama masyarakat setempat.

Petrus Hosyo, kepala bidang sumberdaya kesehatan Dinkes provinsi Papua Barat, menegaskan, program daerah bersih dari malaria harus terus dilanjutkan.

“Keinginan kita semua agar lingkungan dimana kita tinggal di Manokwari seperti Sanggeng, Wirsi, Brawijaya dan tempat lain bebas malaria, maka perlu terus menerus kita sampaikan informasinya ke publik,” ujarnya belum lama ini saat membuka kegiatan sosialisasi hasil analisa vektor dan program pengendalian malaria tahun 2018.

Di hadapan perwakilan organisasi profesi serta tokoh masyarakat, Petrus atas nama Oktovianus Parorongan, kepala Dinkes Papua Barat, mengatakan, dengan kegiatan sosialisasi ini tentu akan menolong semua orang di kota Manokwari untuk berantas Malaria dengan mendukung petugas di lapangan, selain masing-masing keluarga kuras bak mandi, tutup kolam air tergenang tempat nyamuk (tropika dan tersiana) berkembang.

Dinkes mencatat tingginya kasus malaria. Buktinya, di wilayah kabupaten Manokwari terjadi ratusan kasus malaria selama Januari hingga Agustus 2018. Hal ini menurut Petrus, perlu ditekan melalui upaya pemberantasan malaria. Kata dia, upaya tersebut disambut baik semua pihak terutama masyarakat di Manokwari yang berkomitmen bersama pemerintah.

Meski secara daya dan dana Dinkes PB bisa dibilang terbatas termasuk fasilitas, namun menurutnya, kita harus memulai program pemberantasan malaria.

“Terima kasih atas dukungan masyarakat secara spontan terhadap program ini.” Petrus juga tegaskan bahwa pemprov berencana tahun 2027 Papua Barat bebas malaria terutama kota Manokwari yang sempat menempati posisi utama masyarakat sakit malaria.

“Kalau tanpa dukungan dan peran serta masyarakat pasti apa yang kita harapkan bersama sia-sia, sebaliknya kalau kita bersama-sama bersatu padu berantas malaria, maka pasti akan sukses,” ujarnya.

Edi Sunandar, kepala seksi pencegahan dan pengendalian penyakit menular (P2M) Dinkes Papua Barat, menambahkan, pihaknya sudah bentuk tim penanggulangan di tingkat RT, RW, kampung dan distrik.

“Tim dibentuk untuk mendukung program pemberantasan malaria di wilayahnya masing-masing,” kata Edi sembari menjelaskan, sosialisasi diberikan agar tim pahami apa saja tugas dan tanggungjawabnya.

Ini dibenarkan Marthen Rantetampang, kepala bidang P2M Dinkes Kabupaten Manokwari.

Di kesempatan itu dipamerkan pula peralatan semprot dan cara penggunaan yang diperagakan oleh petugas lapangan Dinkes PB.

Sumber: suarapapua.com