Harus segera ditangani! Wabah malaria yang menjangkiti pengungsi di Lombok Barat

Harus Segera Ditangani! Wabah Malaria yang Menjangkiti Pengungsi di Lombok Barat

Wabah malaria yang mulai menjangkit pengungsi di Lombok Barat harus segera ditangani.

Dilansir dari Kompas TV, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat Rahman Sahnan Putra, mengatakan jika saat ini 117 orang ditemukan telah terjangkit malaria.

Di antara 117 orang yang terjangkit malaria, terdapat bayi dan ibu hamil.

Segala upaya mulai dilakukan ketika kasus tersebut meningkat, terutama upaya yang berkaitan dengan penanganan dini.

Dinas Kesehatan Lombok Barat telah menerjunkan sejumlah tim untuk mengambil sampel darah dari para pengungsi.

“Beberapa waktu lalu kami menurunkan 4 tim, sekarang sudah 16 tim,” ujar Rahman.

Hal yang menjadi kekhawatiran Dinas Kesehatan adalah kondisi saat ini yang sedang memasuki musim penghujan.

Selain infeksi malaria, dikhawatirkan pengungsi juga mulai terjangkit demam berdarah.

Rahman menginformasikan bahwa obat-obatan yang tersedia masih cukup, fasilitas kesehatan seperti puskesmas sudah disiapkan oleh Dinas Kesehatan.

Saat ini yang tercatat dari 117 pengungsi yang terjangkit malaria terdapat enam kasus rawat inap, dua di puskesmas, dan empat di rumah sakit.

Banyak upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Lombok Barat untuk mengantisipasi penularan malaria antara lain pengambilan sampel darah sedini mungkin.

Warga diimbau agar bersedia diambil sampel darahnya untuk di tes apakah terjangkit malaria atau tidak.

Selain itu, warga juga diimbau menggunakan kelambu atau lotion anti nyamuk agar tidak digigit.

“Nyamuk menggigit orang pada malam hari sehingga potensi penularan sangat besar,” kata Rahman.

Dibutuhkan sekitar delapan 8-10 ribu kelambu untuk pengungsi di Lombok Barat untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Akan tetapi, jumlah kelambu yang sudah diserahkan baru sekitar dua ribu kelambu.

Wabah malaria yang menyerang pengungsi di Lombok Barat sudah masuk kedalam kategori darurat.

Oleh karenanya, Pemerintah Daerah Lombok Barat tidak dapat mengatasinya sendiri karena membutuhkan anggaran dan logistik yang sangat banyak.

Rahman menegaskan perlunya pihak-pihak terkait untuk ikut membantu menangani kasus malaria yang terjadi di Lombok Barat.

Sumber: tribunnews.com