Bisakah Papua bebas malaria 2020?

Image

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua berkomitmen menurunkan angka kesakitan malaria pada 2020.

Kepala Unit Pelaksana Teknis AIDS, TB, dan Malaria (ATM), Dinkes Papua, dr. Beeri Wopari di Jayapura, Minggu, (16/9), mengemukakan, saat Papua sebagai tuan rumah PON 2020, malaria sudah bisa ditekan.

Malaria Center merupakan wadah yang dibentuk atas inisiatif dan komitmen pemerintah daerah sebagai pusat koordinasi kegiatan pengendalian malaria dari berbagai aspek menuju eliminasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait di bawah koordinasi kepala daerah.

Beeri menjelaskan, pemerintah telah merencanakan untuk membentuk lima Malaria Center di lima wilayah adat di Papua. Upaya ini dilakukan dalam rangka memastikan pemerintah baik pusat dan daerah bertanggung jawab penuh untuk mencapai eliminasi malaria mengingat sifat dari eliminasi malaria adalah public goods (komoditas umum).

“Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial, ekonomi bahkan berpengaruh terhadap ketahanan nasional,” terangnya.

Dia menambahkan, tujuan penanggulangan malaria di Indonesia adalah untuk mencapai eliminasi secara bertahap selambat-lambatnya pada tahun 2030. Hal tersebut merupakan komitmen global dan regional yang tercantum dalam indikator SDG (Sustainable Development Goal).

Target tersebut, lanjutnya, ditindaklanjuti dengan kesepakatan komitmen pimpinan negara di wilayah Asia Pasifik dalam pertemuan East Asia Summit ke-9 pada tahun 2014 yang menyepakati untuk mengeliminasi malaria di wilayah Asia Pasifik paling lambat tahun 2030.

Sumber: akurat.co