Selain campak rubella, Kapuas juga terancam malaria

Selain penyakit campak rubella, masyarakat Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah juga perlu waspada terhadap penyakit malaria. Karena dari Januari-Juli 2018 sudah ada 260 orang warga setempat yang menderita penyakit disebabkan dari gigitan nyamuk ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Apendi, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Tri Setyautami, mengungkapkan, pada tahun 2017 ada sebanyak 380 orang di Kapuas yang positif menderita penyakit malaria dan dua orang diantaranya meninggal dunia.

“Sedangkan pada tahun 2018 sampai bulan Juli, sudah ada 260 orang yang menderita penyakit malaria,” ungkapnya kepada wartawan usai acara advokasi dan sosialisasi malaria terpadu dalam rangka percepatan eleminasi malaria di Kabupaten Kapuas yang dilaksanakan di aula Kantor Bupati Kapuas, akhir pekan lalu.

Menurut Tri, umumnya para penderita malaria tersebut mayoritas mereka adalah para penambang yang usia produktif 15 sampai 54 tahun dan laki-laki. “Jadi, dua orang meninggal dunia itu, mereka adalah penambang yang pulang ke kampungnya, dimana kondisi penyakit malarianya sudah parah sekali baru dibawa berobat. Memang sempat di rujuk tetapi tidak bisa tertangani akhirnya meninggal,” ujarnya.

Adapun ciri penyakit malaria, terang dokter Tri, demam yang tinggi kemudian turun disertai menggigil sampai berkeringat, sakit kepala hebat, mual dan nyeri. “Bahkan kalau yang berat lagi matanya bisa sampai kuning, tidak sadar dan kejang-kejang, pembesaran limpa kiri dan sebagainya. Dan itu bisa diketahui pastinya hanya dengan pemeriksaan laboratorium,” katanya.

Karenanya, dalam acara sosialisasi malaria terpadu saat itu yang ditekankan kepada para peserta, adalah upaya pencegahan yaitu penggunaan kelambu, menjaga kebersihan lingkungan, cepat berobat apabila ada gelaja dini. “Selain itu masyarakat juga perlu tahu kalau penyakit ini hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan laboratorium. Jadi, jangan periksa sendiri, makan obat sendiri dan beli obat sendiri, karena kalau salah obat bisa kebal,” pungkas Tri. (is)

Sumber: kalamanthana.com