Awas, 5 penyakit ini bisa ditularkan lewat transfusi darah

TRANSFUSI darah memang gunanya untuk menyelamatkan nyawa pasien. Namun tanpa disadari efek sampingnya juga dapat menularkan penyakit berbahaya lho.

Berhati-hatilah saat akan melakukan transfusi darah, terlebih dalam kondisi darurat. Jika tidak diperlukan, sebaiknya proses menyalurkan darah ke dalam tubuh ini tidak dilakukan.

Sebabnya, karena kesalahan prosedur saat pengambilan darah lewat donor, bisa saja menularkan berbagai virus. Kira-kira penyakit apa saja yang dapat ditularkan lewat transfusi darah itu? Para pakarnya pun akan membeberkan lewat ulasannya berikut ini, dirangkum Okezone, Kamis (27/9/2018).

Hepatitis

Pakar Penyakit Dalam Prof Dr dr David Handojo Muljono, SpPD, FINASIM, FAASlD, PhD, menjelaskan, hepatitis berupa penyakit peradangan pada sel hati yang disebabkan oleh infeksi virus, obat-obatan, konsumsi alkohol berlebihan, hingga penyakit autoimun. Penyakit ini dapat dengan mudah ditularkan lewat fecal oral, sanitasi buruk, hingga penggunaan jarum suntik. Sayang, hepatitis dapat mengancam 9 dari 10 orang di dunia. Di Indonesia sekira 1,3 juta pasien meninggal dunia akibat tertular hepatitis B dan hepatitis C.

Tuberkulosis

Tuberkulosis juga merupakan salah satu penyakit yang dapat ditularkan lewat transfusi darah. Bila sakit, pasiennya jangan sembarangan donor darah. Seharusnya Anda menunggu pengobatan tuberkulosis selesai, atau menunggu waktu dua tahun dinyatakan sembuh. Sebagai bentuk pencegahan, sebelum melakukan donor darah, sebaiknya Anda melakukan skrining dengan tenaga medis.

HIV

Human Immunodeficiency Virus, sejenis virus yang dapat menginfeksi sel darah putih. Hal ini dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, seseorang dengan mudah terinfeksi penyakit serius yang berakibat fatal. Penularan HIV tidak menular langsung dengan salaman, merokok, minum sama-sama satu gelas, dan sebagainya, namun jarum suntik adalah sumber penularan terbanyak setelah dampak berhubungan seks.

Sipilis

Waspada ya, transfusi darah juga dapat menularkan penyakit kelamin sipilis. Karenanya, penderita sifilis dilarang donor darah sampai penyakitnya sembuh. Darah dari penderita rupanya sudah terinfeksi bakteri. Dampaknya tentu bakal membahayakan kondisi orang yang tertular, serta merugikan.

Malaria

Di beberapa daerah endemis, malaria juga bisa ditularkan lewat transfusi darah. Karenanya, butuh deteksi dini lebih lanjut yang harus dilakukan oleh pasien. Jika terlanjur tertular malaria tentunya Anda mengalami risiko buruk yang merugikan. Pada beberapa kasus, orang dengan malaria banyak yang meninggal dunia akibat tidak cepat ditangani. (tam)

Sumber: okezone.com