PMI cegah malaria di wilayah pengungsian

Klinik Lapangan PMI di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Pantai Barat  Kabupaten Donggala, Sulteng.

Para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) masih melakukan tugas kemanusiaan di lokasi bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Salah satunya dengan membagikan kelambu antinyamuk ke sejumla warga yang mengungsi di lokasi bencana untuk mencegah penyebaran penyakit malaria.

Staf Divisi Kesehatan, Sub Divisi Kesehatan Darurat PMI Pusat Mahfud mengatakan, PMI tetap melalukan pelayanan pada fase pemulihan di lokasi bencana Sulteng. ‘’ Terutama mengenai promosi kesehatan kepada para korban yang terdampak bencana,’’ ujar dia dalam keterangan persnya Senin (5/11).

Menurut Mahfud, salah satu yang menjadi perhatian adalah peningkatan penyakit menular di lokasi pengungsian terpadu atau di permukiman warga cukup signifikan diantaranya diare, ispa serta beberapa ada yang terkena malaria. Hal ini didasarkan pada data yang di dapat dari Pusat krisis kesehatan.

Oleh karena itu ungkap Mahfud diperlukan langkah antisipasi dalam menghadapi penyebaran penyakit tersebut. Harapannya upaya pencegahan ini dapat efektif dalam menekan penyebaran penyakit.

Mahfud menuturkan, selain promosi kesehatan PMI bersama Puskesmas Tompe melaksanakan edukasi dan promosi serta membagikan kelambu untuk kelompok rentan di masyarakat. Khususnya balita, ibu hamil dan lansia sebanyak 200 buah kelambu yang telah di distribusikan oleh PMI. Bahkan pada Selasa (5/11) jumlah kelambu yang akan disalurkan ditambah lagi mencapai 1.000 kelambu.

Koordinator Pelayanan Kesehatan Dasar Darurat, Chandra Buana menambahkan, masyarakat terdampak bencana akan rentan terhadap penyakit pascabencana Sebabnya warga dalam kondisi tidak normal sehingga sangat rentan terhadap penyakit.

“Kami di sini bersama Puskesmas Tompe berusaha agar warga dapat memahami pentingnya pencegahan penyakit,’’ imbuh Chandra. Penyaluran kelambu dilakukan untuk pencegahan penyebaran penyakit khususnya gigitan nyamuk Anopheles. Walaupun kelambu ini barang yang sederhana lanjut Chandra namun cukup bermanfaat untuk pencegahan.

Salahsatu warga sebagai salah satu penerima bantuan kelambu Masnani mengaku merasa sangat senang dengan adanya batuan kelambu. ‘’ Di saat musim hujan sudah mulai dan sangat banyak nyamuk, tidur mereka sangat terganggu dan khawatir akan penyakit juga,’’ cetus dia.

Warga kata Masnani, khawatir menggunakan obat nyamuk bakar karena masih tinggal di pengungsian. Tempat pengungsian rawan kebakaran karena terbuat dari kombinasi tenda dan kayu.

Sumber: republika.co.id