Begini kondisi dua warga Aceh yang terinfeksi malaria monyet

Penyakit malaria

Dua warga desa di Kabupaten Aceh Barat terinfeksi malaria yang ditularkan dari monyet ekor panjang (Plasmodium knowlesi). Saat ini kondisi keduanya dinyatakan mulai sembuh.

“Kodisi keduanya mulai membaik. Namun untuk memastikan pulih total, tim medis masih melakukan cek sample darah kembali, keduanya sudah pulang,” kata Kepala Pengelola Program Malaria pada Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Azwar Liza, di Meulaboh, Senin (3/12).

Pasangan suami istri beridentitas warga Desa Meutulang, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat berinisial L dan P, dinyatakan positif terkena malaria yang ditularkan monyer ekor panjang pada akhir November 2018, saat keduanya beraktivitas di hutan.

Saat itu warga dari tiga desa di Kecamatan Panton Reu, terkena demam massal dan dicurigai malaria, setelah dilakukan tes sample daerah 100 orang warga Desa Paya Baro, di laboratorium kesehatan daerah (Labkesda), hanya dua orang positif malaria.

“Saat di hutan, keduanya digigit nyamuk Anopheles yang otomatis menyebarkan parasit melalui gigitan itu. Masih tunggu hasil lab, kalau positif telah bersih dari parasit plasmodium knowlesi, baru kami akan simpulkan sudah pulih,” imbunya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sebelumnya, pasangan suami istri tersebut demam tinggi, mual, menggigil, dan pusing – pusing, gejala tersebut secara bertahap mulai hilang, setelah menjalani perawatan medis di Puskemas Meutaulang.

Penangganan terhadap keduanya telah diberikan obat untuk membunuh parasit yang menyerang tubuh korban, saat ini kedua pasien tersebut sudah mulai stabil dan telah pulang ke rumah mereka.

“Meski pun sudah pulang, tetapi tetap kami pantau ke rumahnya, itu untuk memastikan keberadaan plasmodium knolesi benar – benar bersih dari pembuluh darah pasien, jangan sampai kambuh,” jelas Azwar, melalui sambungan teleponnya.

Lebih lanjut disampaikan, terhadap upaya antisipasi penyebaran malaria monyet tersebut, tentunya membutuhkan kerjasama masyarakat agar tidak banyak beraktivitas di kawasan hutan, apalagi di saat cuaca sering hujan.

Untuk melakukan pengasapan atau fogging pada kawasan hutan pedalaman Kecamatan Panton Reu yang begitu luas, sulit dilakukan sebab tidak diketahui secara pasti titik lokasi keberadaan nyamuk yang membawa wabah tersebut.

Sumber: