Laboratorium kesehatan NTT tingkatkan kompetensi SDM tenaga analis Kota Kupang

Laboratorium Kesehatan NTT Tingkatkan Kompetensi SDM Tenaga Analis Kota Kupang

Dalam rangka meningkatkan kompetenai SDM tenaga analis Kota Kupang, Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi NTT bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang mengadakan pelatihan Mikroskopis Malaria bagi tenaga analis Kota Kupang.

Pelatihan ini diadakan selama lima hari, 3 hingga 7 Desember 2018 di Labkes NTT, diikuti sebanyak 20 tenaga analis dari rumah sakit umum/swasta dan Puskesmas yang ada di Kota Kupang.

Drs. Agustinus Sally APT., MM, kepala UPT Labkes, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (4/11/2018), mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya peningkatan kompetensi SDM tenaga analis.

“Ini tentu demi kebaikan kita bersama, terutama masyarakat agar mereka bisa mendapatkan pelayanan tepat dan akurat. Kalau kompetensi tenaga kesehatan kita ok, pelayanan kepada masyarakat juga pasti baik,” tegasnya.

Pelatihan Mikroskopis Malaria tersebut, kata dia, merupakan upaya untuk eliminasi Malaria di Kota Kupang. Untuk itu ia sangat berharap tenaga analisis yang dilatih bisa mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh.

Agus mengatakan, Kementerian Kesehatan, menargetkan 2030, malaria sudah tereliminasi dari NTT. Ia berharap eliminasi malaria bisa lebih cepat, jangan tunggu 2030.

“Menurut saya lebih cepat lebih baik, nah tinggal bagaimana kita berkoordinasi dengan baik dengan berbagai pihak terkait,” ungkapnya.

Labkes sendiri, kata Agus, sudah melakukan persiapan, diantaranya mempersiapkan tenaga-tenaga laboratorium dan melakukan perbaikan alat-alat laboratorium yang digunakan untuk diagnosa.

Ia menjelaskan, beberapa wilayah yang masih menjadi endemis malaria, antara lain seluruh kabupaten di daerah Sumba, Lembata, Belu dan Malaka. “Kita upayakan agar daerah-daerah yang masih menjadi endemis malaria ini diprioritaskan untuk melakukan eliminasi malaria,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid P2P Dinkes Kota, Sri Wahyuningsih Dinas Kesehatan Kota Kupang berharap pelatihan ini memberikan dampak bagi pelayanan di masyarakat, terutama untuk diagnosa malaria.

“Kita tau di Kota Kupang ini banyak orang datang dari berbagai daerah baik dalam maupun luar NTT. Nah kemungkinan penyebaran malaria juga besar, jadi kita patut untuk lakukan upaya eliminasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, Labkes memberikan beragam pelayanan kepada masyarakat. Diantaranya, pelayanan Home Service untuk pemeriksaan laboratorium, medical checkup, papsmear I Kantor, instansi, lembaga, Hotel.

Pemeriksaan yang lakukan, lanjut, bermacam-macam, pertama, pemeriksaan fungsi lemak meliputi kolesterol, trigliserida, HDL, LDL.

Kedua, pemeriksaan fungsi ginjal meliput urin, creatinin, asam urat. Ketiga, pemeriksaan fungsi hati meliputi bilirubin direct, SGOT, SGPT, Alkali Phospphatese, Gamma GT, total protein, Albumin.

Keempat, fungsi metabolisme meliputi, pemeriksaan gula darah sesaat, gula darah puasa. Kelima, pemeriksaan hermatologi meliputi, periksa darah lengkap, urine lengkap, kehamilan. Keenam, pemeriksaan sorologi meliputi hapatitis, HIV-AIDS.

Selain pemeriksaan medical checkup, Labkes juga melakukan pemeriksaan kualitas air minum, air baku, air limbah, pemeriksaan kualitas udara, makanan dan minuman olahan, bakteri, parasit malaria, TBC, filariasis, cacing dan kusta.Source: kupang.tribunnews.com