Dinkes Lingga beberkan cara efektif cegah malaria

 Dinkes Lingga Beberkan Cara Efektif Cegah Malaria

Sejak awal tahun 2019 ini, sudah ada 11 penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Angka tersebut masih jauh dibawah kabupaten/kota lainnya seperti Batam dan Karimun.

Namun, bagaimanapun juga penyakit yang bisa merenggut nyawa manusia itu harus dihindari. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Lingga pun memiliki cara efektif mencegah penyakit tersebut.

“Cara paling efektif untuk mencegah malaria adalah dengan menjaga diri agar tidak tergigit nyamuk. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan seperti, memakai lotion anti serangga serta menggunakan pakaian yang bisa maksimal menutupi kulit,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di DKPPKB Lingga, Maliana kepada Batamnews.co.id, Jumat (1/2/2019).

Lanjut dia, membersihkan bak mandi dan mencampurkan abate untuk membasmi jentik nyamuk, menjaga kebersihan dengan menyingkirkan genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, memakai kelambu di kamar tidur, memasang jaring penutup pintu dan jendela serta memakai obat nyamuk secara teratur juga merupakan cara efektif menghindari malaria.

“Jadi, setiap rumah harus ada satu anggota keluarga yang aktif memantau adanya jentik nyamuk atau tidak di dalam rumahnya. Selain itu, untuk menghindari malaria ini, juga butuh peran kita bersama,” ujarnya.

Kemudian, kata Maliana untuk mencegah DBD dengan cara fogging atau pengasapan juga masih dilakukan meskipun dibatasi dan hanya dilakukan di kampung yang ditemukan ada korban positif terkena DBD dan atau minimal terdapat tiga orang terjangkit panas dan demam. Jika tidak, maka fogging lebih baik dihindari.

“Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangan jentiknya tidak mati. Untuk mematikannya harus dimatikan habitatnya di genangan air itu. Makanya, satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik) ini harus benar-benar dijalankan,” ucapnya.

Nyamuk bisa bertelur hingga 300 butir dalam satu kali reproduksi. Telur-telur yang telah diletakan di tempat yang sesuai akan menetas 1 atau 2 hari kemudian. Setelah telur nyamuk menetas, akan menjadi jentik nyamuk yang hidup di dalam air. 

Jentik nyamuk ini berbentuk memanjang seperti benang berwarna hitam. Jentik nyamuk berumur 8-10 hari. Dalam 1-2 hari setelah menjadi nyamuk sempurna, maka nyamuk dapat melakukan persiapan reproduksi pertamanya.

“Daur hidup nyamuk sangatlah cepat, hal ini yang menyebabkan populasi nyamuk sangat banyak,” katanya.

Sumber: www.batamnews.co.id