Dewan Adat Papua prihatin penyebaran HIV/AIDS-malaria dan TB

Dewan Adat Papua prihatin penyebaran HIV/AIDS-malaria dan TB

Dewan Adat Papua (DAP) prihatin atas meningkatnya penyebaran penyakit HIV/AIDS, malaria dan tuberkulosis (TB) di wilayah tersebut.

Ketua Harian DAP Weynand Watori di Jayapura, Senin, mengemukakan dalam pleno XIV DAP membahas secara mendalam terkait keprihatinan atas depopulasi masyarakat adat Papua termasuk akibat tiga penyakit tersebut.

Selain itu Ia menjelaskan, depopulasi juga disebabkan meningkatnya angka kematian dan menurunnya angka kelahiran, kemandulan pada ibu dan kematian akibat sebab-sebab yang lain.

“Hal ini diperburuk juga oleh kecenderungan keluarga-keluarga Papua untuk memiliki anak dalam jumlah rata-rata dua orang anak,” katanya.

Weynand mengatakan, pihaknya mendesak pemerintah untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan bagi masyarakat adat Papua, khususnya dalam penanggulangan penularan HIV/AIDS, malaria dan TB serta penyakit lainnya.

“Gizi buruk juga sampai saat ini masih ada sesuai dengan standar pelayanan kesehatan nasional/WHO dalam batas waktu tertentu,” katanya.

Selain pembahasan itu, pihaknya juga mendesak perangkat daerah (OPD) terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan pendidikan remedial yang bertujuan meningkatkan kemampuan akademik dan kemampuan lain yang dibutuhkan agar generasi muda, masyarakat adat Papua dapat diterima di berbagai pendidikan menengah dan tinggi.

Menurut dia, dalam pleno XIV DAP juga menyatakan bahwa pemerintah tidak melaksanakan upaya pengendalian penduduk migran ke tanah Papua, yang telah berdampak pada proses imigrasi.

“Semakin sulitnya masyarakat adat Papua memperoleh pelayanan kesehatan, pendidikan, ekonomi dan pelayanan pembangunan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui momentum itu, pihaknya menyerukan kepada masyarakat adat Papua untuk membangun keluarga Papua besar bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakat adat Papua.

Sumber: www.antaranews.com