Tiga Kecamatan Di Ende Masih Menjadi Kantong Malaria

Meskipun secara kabupaten angka kesakitan malaria sudah dibawah dari angka 1 per 1000 penduduk, namun bila dipilah menurut wilayah kecamatan masih terdapat 3 kecamatan yang menjadi kantong malaria yakni Kecamatan Detusoko dan Ndona serta Kecamatan Ende Selatan.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Ahmad Gulung mengatakan hal itu dalam laporannya pada kegiatan pertemuan sosialisasi peraturan Bupati Ende Nomor 21 tahun 2018.

Aturan Bupati Ende yang mengatur tentang eliminasi malaria Kabupaten Ende tahun 2022 yang diterima Pos Kupang.Com, Kamis (19/9/2019) di Ende.

Adapun daerah di Kabupaten Ende yang menjadi kantong malaria yakni Kecamatan Detusoko yang hampir seluruh wilayah desa dan kelurahannya endemis malaria juga Wilayah kecamatan Ende Selatan di Kelurahan Paupanda dan Kecamatan Ndona di Desa Nanganesa.

“Bila tidak ditangani dengan baik bukan tidak mungkin daerah-daerah seperti ini menjadi penghambat Kabupaten Ende untuk mencapai eliminasi malaria pada tahun 2022 nanti. Karena yang menjadi salah satu syarat mencapai eliminasi malaria adalah tidak adanya kasus malaria indigonous,” kata Ahmad.

Ahmad mengatakan dampak masih adanya kasus positif malaria di Kabupaten Ende,selain beresiko langsung terhadap kesehatan terutama pada populasi khusus seperti Ibu hamil dan bayi balita.

Selain itu, dapat menyebabkan dampak tidak langsung antara lain kerugian ekonomi akibat kehilangan waktu kerja dan menurunkan produktivitas tenaga kerja serta meningkatkan absensi dari siswa sekolah.

Kerugian lain yang tidak kalah pentingnya akibat malaria adalah sektor pariwisata.

“Telah diketahui bahwa peranan sektor pariwisatasebagai salah satu sumber devisa negara dan dalam upaya meningkatkan penghasilan akan semakin penting,”ujarnya.

Salah satu sektor yang erat kaitannya dan cukup menentukan bagi pertumbuhan dan perkembangan sektor pariwisata adalah sektor kesehatan.

Telah banyak contoh dan pengalaman baik diluar maupun didalam negeritentang dampak positif terhadap pertumbuhan pariwisata bila pengelolaan sektor kesehatan dilakukan dengan baik.

Sebaliknya dampak negative,terhadap perkembangan pariwsata apabila pengelolaan sektor kesehatan tidak dilakukan dengan baik.

Misalnya masih adanya penyakit malaria atau daerah yang masih berstatus endemis malaria,pengeloaan sanitasi lingkungan yang kurang baik.

Hal semacam ini menyebabkan wisatawan tidak akan memperpanjang lama tinggalnya atau bahkan akan mengurungkan niat para wisatawan untuk berkunjung.

Sumber: kupang.tribunnews.com