Ahli berperan bebaskan Biak Numfor dari malaria

Dinas Kesehatan (Dinkes) Biak Numfor, saat ini memiliki seorang ahli malaria berkualifikasi internasional. Keberadaan peneliti bersertifikat Badan Kesehatan Dunia (WHO) tersebut dianggap sangat membantu upaya penanggulangan endemik malaria di Biak Numfor.

“Saat ini hanya ada dua peneliti malaria di Papua. Seorang, di antaranya ialah pegawai Dinkes Biak Numfor. Keberadaan peneliti sangat membantu upaya penyiapan tenaga kesehatan sehingga mereka mampu mendeteksi malaria,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Biak Numfor Ruslan Epid, Minggu (17/11/2019).

Peneliti malaria tersebut ialah Yayan Susanti. Keahliannya dinilai berkontribusi besar dalam menurunkan angka kesakitan malaria di Biak Numfor.

“Yayan Susanti sering diundang WHO dan Kementerian Kesehatan sebagai narasumber pelatihan penanganan malaria di tingkat nasional. Dalam waktu dekat ini, dia kembali menjadi instruktur pelatihan di Jakarta,” jelas Ruslan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Biak Numfor, saat ini memiliki seorang ahli malaria berkualifikasi internasional. Keberadaan peneliti bersertifikat Badan Kesehatan Dunia (WHO) tersebut dianggap sangat membantu upaya penanggulangan endemik malaria di Biak Numfor.

“Saat ini hanya ada dua peneliti malaria di Papua. Seorang, di antaranya ialah pegawai Dinkes Biak Numfor. Keberadaan peneliti sangat membantu upaya penyiapan tenaga kesehatan sehingga mereka mampu mendeteksi malaria,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Biak Numfor Ruslan Epid, Minggu (17/11/2019).

Peneliti malaria tersebut ialah Yayan Susanti. Keahliannya dinilai berkontribusi besar dalam menurunkan angka kesakitan malaria di Biak Numfor.

“Yayan Susanti sering diundang WHO dan Kementerian Kesehatan sebagai narasumber pelatihan penanganan malaria di tingkat nasional. Dalam waktu dekat ini, dia kembali menjadi instruktur pelatihan di Jakarta,” jelas Ruslan.

Sumber: www.jubi.co.id