Kisah Pilu Warga Tolitoli yang Terjangkit Malaria hingga Dirantai

IMG_20200109_103529.jpg

Jalan hidup seseorang tak ada yang tahu. Terkadang menanjak, malah juga sering menukik. Seperti juga yang dialami Risman Sukardi (37). Warga Kabinuang Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, ini pernah menapaki sukses kala merantau ke Jayapura, Papua, pada 2011 silam.

Ia bersama istrinya kala itu hidup berkecukupan dari hasil jerih payahnya sebagai pengawas bangunan di Kota Jayapura. Kisah sukses Risman sekeluarga ini disampaikan oleh Meyti, adik kandung Risman ketika disambangi PaluPoso di kediamannya, Kamis (9/1).Disaat kesuksesan dari sisi material mulai menghinggapinya, Risman didiagnosa oleh dokter mengidap malaria tropica. Penyakit yang diderita kakak kandungnya ini berimbas pada gangguan jiwa. “Kami sudah pernah membawa ke Manado dan Palu untuk berobat tapi hingga saat ini belum ada perubahan, ” ujar Meyti.

Gangguan jiwa yang diderita oleh Risman ini kata Meyti, membuat kakak kandungnya seringkali mengamuk dan mengancam orang yang ada di sekitarnya dengan parang.Lantaran dianggap membahayakan jiwa warga sekitar, Risman terpaksa dirantai oleh pihak keluarga untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Meyti mengakui, cara yang ditempuh oleh keluarga dengan merantai Risman, sebenarnya tidak manusiawi. Tetapi karena kakak kandungnya itu sering berbuat onar jika bebas berkeliaran, maka tak ada pilihan selain merantainya.”Saya kasian melihat kondisi kakak saya pak, dan saya berharap ada bantuan dari instansi terkait bagi penyembuhan kakak saya,” kata Meyti.

Sumber: kumparan.com