RSD Wisma Atlet Masih Pakai Klorokuin untuk Pasien Corona

PTR, Wisma Atlet Kemayoran

WHO telah mengimbau Indonesia tak lagi menggunakan klorokuin untuk pasien virus corona. Namun, Pengendali Medis dan Paramedis RSD Wisma Atlet Kemayoran Letnan Kolonel Marinir M. Arifin mengakui pihaknya sampai saat ini masih menggunakan klorokuin sebagai obat bagi pasien corona.ADVERTISEMENT

“Bagi yang positif kan dikasih obat. Ada obat yang referensi di Wuhan, seperti klorokuin sama oseltamivir sebagai antivirusnya,” ungkap Arifin saat dihubungi, Selasa (2/6).Penggunaan klorokuin itu tak sejalan dengan keputusan WHO yang menghentikan sementara uji coba klorokuin untuk menjadi obat corona.Terkait hal itu, Arifin mengatakan sejauh ini belum ada kepastian protokol terkait penggunaan klorokuin dari WHO. Pihaknya masih akan menggunakan obat itu untuk pasien di RSD Wisma Atlet.“Yang terakhir masih yang kemarin protokolnya masih kontroversi. Maunya nanti yang resmi dari WHO, kita setop-lah,” ucapnya.

Arifin membenarkan belum ada hasil penelitian yang kuat seputar obat klorokuin. Pihaknya memakai klorokuin merujuk yang dilakukan di Wuhan, China.“Tapi itu kan obat yang belum penelitian. Artinya memang itu yang dipakai di Wuhan sana, itu yang dipakai di sini,” ujarnya.ADVERTISEMENT

Namun terlepas dari itu, Arifin menekankan kunci kesembuhan pasien virus corona ada pada imunitas atau daya tahan tubuhnya. Ia menyadari menjaga daya tahan tubuh pasien adalah bagian terpenting, melalui pengaturan makanan bergizi, intervensi vitamin hingga pengelolaan stres.“Intinya daya tahan tubuh ditingkatkan, ini kan penyakit ini self limiting disease,” pungkasnya.

Sebelumnya, penggunaan klorokuin sebagai pengobatan pasien virus corona menjadi perhatian banyak kalangan. Sebabnya, organisasi kesehatan dunia, WHO telah menghentikan sementara pengujian obat klorokuin dan hidroksiklorokuin untuk perawatan pasien COVID-19 pada Senin (25/5).Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi terbesar yang menganjurkan penggunaan obat anti-malaria tersebut sebagai terapi pasien corona. WHO pun telah mendesak Indonesia untuk segera menghentikan penggunaan klorokuin sebagai obat pasien COVID-19 karena alasan keamanan.Meski telah didesak WHO, klorokuin masih dipakai sebagai obat pasien virus corona di Indonesia. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dr. Erlina Burhan.”Masih (pakai obat klorokuin untuk terapi pasien COVID-19 di Indonesia),” jawab singkat Erlina ketika dikonfirmasi kumparan, Selasa (27/5).

Sumber: kumparan.com